MARI KITA TUMBUHKAN MINAT SISWA PADA MATEMATIKA DAN HILANGKAN MITOS NEGATIF PADA ANAK-ANAK SD.


MARI KITA TUMBUHKAN MINAT SISWA PADA MATEMATIKA DAN HILANGKAN MITOS NEGATIF PADA ANAK-ANAK SD.
        Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang paling ditakutkan oleh sebagian besar siswa baik di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), maupun dijenjang menengah lainnya. Matematika yang merupakan satu komponen dalam kurikulum yaitu merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir & berargumentasi.
       Menjadi penguasaan matematika yang kuat perlu dibina sejak dini. Namun, pada jenjang pendidikan dasar (SD) khususnya & menengah (SMP & SMA) pada umumnya, masih sering terjadi permasalahan berkaitan dengan kurangnya penguasaan materi. Salah satu penyebab kurangnya penguasaan materi matematika adalah rendahnya minat siswa untuk belajar matematika. Siswa slalu berasumsi bahwa pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang cukup sulit & tidak menyenangkan bahkan mereka mengartikan matematika itu dengan “semakin tekun semakin tidak karuan” & beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang memusingkan, sehingga banyak siswa yang takut dengan matematika.
         Upaya perbaikan & peningkatan mutu pembelajaran matematika bagi siswa telah dilakukan, namun keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih sering terdengar pada saat ber-KKG (Kelompok Kerja Guru), maupun diskusi kecil guru. Kesulitan belajar yang timbul ini tidak semata-mata bersumber dari diri siswa, tetapi bisa juga bersumber dari luar diri siswa, termasuk juga dari gurunya. Misalnya, cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru yang tidak atau kurang menarik, sehingga siswa tidak berminat belajar matematika.
        Siswa sebagai subyeb belajar, salah satu penyebab kurangnya minat siswa dalam belajar matematika, adalah kegiatan dalam proses pembelajaran matematika yang masih didominasikan paradigma mengajar dengan ciri-cirinya adalah:
-        -  Gurunya aktif menyampaikan informasi, siswanya pasif menerima.
-    - Peserta didik dipaksa mempelajari apa yang diajarkan pendidik (guru) dengan sanksi mendapat hukuman jika tidak mengerjakan tugas, tidak dengan menumbuhkan kesadaran & kebermaknaan dari proses belajar.
-        -  Siswa sangat bergantung pada pendidik (gurunya) sehingga kompetensi siswa kurang berkembang.
-      - Kesempatan untuk melakukan refleksi & negosiasi melalui interaksi antar siswa, atau dengan gurunya juga kurang dikembangkan.
-         -  Guru sendiri kurang menguasai materi yang diajarkan kepada siswa tersebut.
Kondisi ini seharusnya diubah dengan menempatkan siswa sebagai subyek yang belajar secara aktif membangun pemahamannya dengan jalan merangkai pengalaman yang dimiliki dengan pengalaman baru yang dijumpai. Apabila siswa dengan kondisi kurang minat untuk belajar matematika dibiarkan tanpa ada penanganan dari seorang guru, maka yang akan terjadi adalah siswa yang dinamakan 4D, yaitu siswa yang hanya datang, duduk, dengar, dan diam untuk menerima materi dari guru. Namun siswa tersebut merasa tersiksa & tidak menikmati saat belajar dengan guru. Pelajaran matematika yang dirasa sulit, & membosankan, akan menjadi pelajaran yang semakin tidak diharapkan oleh siswa, maka selamanya matematika menjadi pelajaran yang tidak ada maknanya sama sekali bagi siswa. & mereka tidak akan pernah berminat untuk ketemu dengan pelajaran matematika. Hal ini akan membuat siswa semakin sulit untuk mencapai hasil KKM yang telah ditetapkan (nilai ketuntasan dalam belajar).
Kita sebagai guru harus mampu membangkitkan minat semua siswa terhadap pelajaran yang diajarkan. Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif & psikomotor sangat ditentukan oleh kondisi afektif siswa. Siswa yang memiliki minat belajar & sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari mata pelajaran tersebut, sehingga diharapkan dapat mencapai hasil belajar yang oftimal, siswa yang memiliki minat terhadap suatu mata pelajaran, cenderung untuk memberikan perhatian atau merasa senang yang lebih besar kepada pelajaran tersebut. Namun apabila pelajaran tersebut tidak menimbulkan rasa senang, maka ia tidak akan memiliki minat pada pelajaran tersebut.
Kita sebagai guru harus dapat merekayasa sistem pembelajaran dengan strategi yang bervariasi & tentunya melibatkan siswa secara aktif. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar siswa turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik, sehingga siswa dapat merasakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga hasil belajar dapat lebih dimaksimalkan. Oleh karena itu, pembelajaran yang dilakukan antara guru & harus mengacu pada peningkatan aktifitas & partisipasi siswa. Guru tidak hanya melakukan kegiatan menyampaikan pengetahuan, keterampilan, & sikap kepada siswa, akan tetapi guru harus mampu membawa siswa aktif dalam berbagai bentuk belajar, yang dikenal dengan pembelajaran aktif.
Tumbuhnya minat belajar siswa saat belajar, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki dengan ditunjukkan oleh hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap guru yang berharap terhadap peningkatan hasil belajar siswa, pasti akan berupaya untuk mencapai berbagai macam solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi khususnya berkaitan dengan permasalahan yang dapat menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa tersebut. Adapun cara-cara yang dapat kita lakukan untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar matematika, yaitu:
-      -  Sajikan kegiatan belajar yang lebih bervariatif, yaitu pada saat penyampaian materi yang dipelajari  haruslah disajikan dengan cara yang menarik & menimbulkan suasana yang baru, misalkan dalam bentuk permainan, diskusi, atau pemberian tugas diluar sekolah sebagai variasi kegiatan belajar.
-        -  Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan jelas agar dipahami oleh siswa.
-      - Perbanyak pengetahuan metode pembelajaran, gunakan variasi metode pembelajaran untuk membawa suasana kelas menjadi menyenangkan agar siswa menjadi senang belajar.
-   - Beri kesempatan siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran & beri selalu penghargaan atas upaya yang dilakukan siswa walaupun hasilnya belum sesuai dengan harapan.
-      -  Harus selalu memeriksa segala macam tugas yang diberikan kepada siswa baik tugas latihannya, tugas diskusi, ulangan, maupun tugas rumah (PR).
Apabila pada diri siswa telah tumbuh minat untuk belajar matematika, maka siswa tersebut akan terdorong untuk mempelajari berbagai materi yang disampaikan oleh guru sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum. Sehingga dengan timbulnya minat siswa terhadap pelajaran matematika pun akan memperbesar peluang hasil belajar matematikanya menjadi lebih baik.
Semoga kita akan selalu menjadi guru yang selalu berupaya untuk dapat meningkatkan minat siswa belajar matematika dan selalu dapat menciptakan suasana belajar yang membuat siswa menikmati matematika & mitos tentang matematika itu akan hilang pada diri siswa.  

Dari:    ZACHRUDDIN, S. Pd. SD.
-          Guru kelas VI & Guru Pembina OSN Bidang Matematika di SDN Pernang, Kec. Buer
-          Tim Pembina OSN Kecamatan Buer, Bidang Matematika.                                                                                                                                                                                                                            

Komentar